Translator

Rabu, 26 Januari 2011

Pendidikan Islam untuk anak Usia 10 tahun


Usia 10 tahun merupakan usia yang stabil, baik secara psikologis, intelektual dan sosial. Mereka periang, mudah bergaul dan tenang. Anak usia ini tahu bagaimana cara menikmati hal sederhana semaksimal mungkin.

Namun berbeda dengan saat usia 9 tahun yang ingin menjadi lebih baik berdasar hati nurani, anak usia 10 tahun melihat agama dan moralitas sebagai hal yang harus berdasar fakta. Ia tidak terlalu peduli dengan nuraninya atau ajaran moral agama yang diajarkan guru dan orang tua kalau tidak diimbangi dengan fakta.
Lalu bagaimana cara mengajarkan akhlak secara faktual? Kata-kata nasihat tentu harus terus disampaikan. Namun, suri tauladan yang baik dari orang tua, guru dan lingkungan hendaknya menjadi prioritas. Karena anak usia ini lebih melihat apa yang dilakukan, daripada apa yang dikatakan orang-orang di sekitarnya.

Dalam penanaman doktrin agama, khususnya keesaan dan keberadaan Allah sebagai Maha Pencipta, orang tua dapat merujuk pada Al Quran Surah Ali Imran 3:190 sebagai rujukan cara pembelajaran. Yakni, dengan menjadikan keberadaan alam semesta, termasuk umat manusia itu sendiri, adanya perubahan siang dan malam, sebagai bukti keberadaan dan ke-esaan-Nya. Pada waktu yang sama, shalat lima waktu sudah harus menjadi rutinitas keseharian seperti perintah Nabi Muhammad bahwa anak usia 10 tahun harus dikenai sanksi apabila tidak melakukan shalat lima waktu.

Nilai-nilai moral universal seperti kepedulian sosial dan kedermawanan, kejujuran dan anti-korupsi, kesederhanaan dan kerja keras, dan lain-lain dapat ditanamkan dengan memberikan contoh nyata dari kejadian dan fakta kehidupan sehari-hari.
Anak usia 10 tahun juga suka menulis, membaca dan memakai buku referensi. Beri dia kesempatan untuk melakukan hal-hal positif ini, dengan tidak terlalu membebani. Bagi orang tua, kesukaan menulis dan membaca dapat dibuat kesempatan untuk memberikan bacaan yang diinginkan sesuai dengan harapan orang tua. Termasuk bacaan buku-buku Islam sebagai upaya penanaman nilai-nilai spiritual sejak dini.

Disiplin
Apabila anak usia 10 tahun melakukan pelanggaran, maka penanaman disiplin terbaik adalah dialog dan perencanaan. Ajak dia berdiskusi, karena ia butuh diajari cara mengekspresikan perasaan dan pikirannya untuk mengatasi konflik internal dan eksternal. Karena apabila orang tua bersikap tertutup sehingga anak berfikir bahwa adalah tidak baik mendiskusikan hal yang mengganggunya, maka ia akan mengatasi persoalannya dengan fantasi dan pikirannya sendiri. Dan ini berbahaya. Karena ia belum memiliki kedewasaan internal yang terstruktur untuk mengatasi kesulitan hidupnya. Ia butuh mencurahkan problemanya pada orang tua dan guru untuk mengatasi masalahnya secara riil.
Perencanaan perlu dilakukan karena anak usia 10 tahun sudah membentuk kemampuan berencana. Dan pendekatan disiplin yang paling efektif hendaknya fokus pada rencana dan ekspektasi yang tegas, jelas dan konkret pada anak untuk berperilaku baik. Dalam hal ini, orang tua harus tetap hangat tapi juga tegas dan konsisten

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KALKULATOR ZAKAT